Kapolri Tiba-tiba Ingatkan Pimpinan Polisi Dini Hari Tadi: Pemimpin Harus Mau Turun Langsung ke Lapangan!
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus berupaya membenahi internal
Polri untuk menjadi lebih baik sehingga bisa dicintai masyarakat.
Terkait hal itu, Kapolri mengeluarkan pernyataan melalui akun Twitter
@ListyoSigitP, Minggu, 31 Oktober 2021, dini hari.
"Pemimpin harus mau turun langsung ke lapangan, untuk kemudian mengetahui
apa yang menjadi kesulitan anak buah, apa yang dirasakan oleh masyarakat,"
cuitnya disertai cuplikan video saat Kapolri mengucapkan pernyataan
tersebut.
Pemimpin harus mau turun langsung ke lapangan, untuk kemudian mengetahui apa yang menjadi kesulitan anak buah, apa yang dirasakan oleh masyarakat. pic.twitter.com/HiKylhZGQv
— Listyo Sigit Prabowo (@ListyoSigitP) October 30, 2021
Cuplikan video tersebut merupakan potongan pidato saat Kapolri menutup
pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan
Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Rabu, 27 Oktober 2021.
Dalam acara itu, Kapolri meminta jajarannya menjadi jadilah pemimpin yang
mengayomi dan melayani masyarakat, termasuk anggota. Pemimpin harus turun
langsung ke lapangan dan mendengarkan aspirasi.
"Jadilah pemimpin yang melayani. Pemimpin yang bisa melayani dan menempatkan
anggota dan masyarakat sebagai prioritas. Jangan hanya memerintah, tetapi
tidak tahu kesulitan ini menjadi masalah," ujarnya.
Disebutkan, seorang pemimpin harus memiliki sifat dan sikap yang kuat,
menguasai lapangan, bergerak cepat, responsif, peka terhadap perubahan, dan
berani keluar dari zona nyaman.
Selain itu mau turun ke bawah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi
dari masyarakat dan anggotanya. Pemimpin yang kuat akan mampu menciptakan
rasa saling menghormati antara pimpinan dan jajarannya.
"Turun langsung ke lapangan agar tahu apa yang dirasakan masyarakat dan anak
buah. Jaga emosi, jangan terpancing. Emosi mudah meledak akan mengakibatkan
perbuatan yang tidak terukur. Apalagi diberikan kewenangan oleh
undang-undang, maka tindakan tersebut akan berpotensi menjadi masalah,"
ungkapnya.
Listyo menambahkan, pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi semua pihak
sebagaimana tertuang dalam semangat lahirnya konsep Prediktif,
Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi).
Konsep Presisi akan bisa dirasakan oleh masyarakat dan internal kepolisian
apabila benar-benar diimplementasikan dengan baik. Dengan melaksanakan
gagasan itu, maka Polri akan menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh
masyarakat Indonesia.
"Itu yang saya tuangkan dalam konsep Presisi. Bagaimana kita menghadirkan
pemolisian yang prediktif, responsibilitas, dan mampu melaksanakan semua
secara transparan dan memenuhi rasa keadilan. Ini menjadi harapan masyarakat
dan tugas rekan-rekan untuk mampu mewujudkan semua ini dari level pemimpin
sampai dengan pelaksana," katanya.
Menurut Listyo, konsep Presisi telah melahirkan tingkat kepercayaan
masyarakat yang meningkat berdasarkan survei di pertengahan tahun. Namun,
belakangan ini tren positif kepercayaan itu mengalami penurunan karena
adanya perbuatan dan pelanggaran oknum.
Kendati demikian, Listo menyakini, institusi Polri jauh lebih banyak diisi
oleh orang-orang yang baik dan memiliki semangat perubahan untuk mewujudkan
semangat dari Presisi.
"Itu menjadi koreksi bagi kita dari masyarakat. Maka dari itu perbuatan yang
dilakukan oleh personel bila bersifat positif, maka dampaknya secara
organisasi akan positif. Begitu pun sebaliknya. Jadi persepsi itu muncul
menjadi generalisasi. Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum
sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan
kreatif dan positif yang ada," jelasnya.
Kemudian Kapolri pun mengutip peribahasa, "ikan busuk mulai dari kepala",
kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya akan bermasalah juga.
"Pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani. Karena
kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik. Kita tidak
mungkin menegur kalau tidak jadi teladan. Harus mulai dari pemimpin atau
diri sendiri. Ini yang saya harapkan rekan-rekan mampu memahami. Hal yang
dijalankan penuh keikhlasan akan menjadi buah keikhlasan. Tolong ini
diimplementasikan bukan hanya teori dan pepatah," ucapnya.
Listyo menuturkan, dia beserta pejabat utama Mabes Polri memiliki komitmen
untuk memberikan penghargaan bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan
baik dan bekerja keras untuk melayani serta mengayomi masyarakat.
"Saya dan seluruh pejabat utama memiliki komitmen kepada anggota yang sudah
bekerja keras di lapangan, kerja bagus, capek, meninggalkan anak-istri. Akan
selalu komitmen memberikan reward, kalau saya lupa tolong diingatkan,"
katanya.
Sebaliknya, sanksi tegas akan diberikan kepada seluruh personel yang tidak
menjalankan tugasnya dengan baik, atau melanggar aturan yang ada.
Bahkan, pimpinannya juga akan ditindak tegas apabila tidak mampu menjadi
tauladan bagi jajarannya.
"Terhadap anggota yang melakukan kesalahan dan berdampak kepada organisasi,
maka jangan ragu melakukan tindakan. Kalau tak mampu membersihkan ekor, maka
kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah
payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara
masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai," tandasnya.***
Source:
Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. /Twitter @ListyoSigitP/
Kapolri Tiba-tiba Ingatkan Pimpinan Polisi Dini Hari Tadi: Pemimpin Harus Mau Turun Langsung ke Lapangan!
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating: