Heboh Luhut-Airlangga Terseret ke Pandora Papers, Rocky Gerung: Partai Politik Indonesia Gak Mampu Lakukan Itu
Pandora Papers kembali berhasil menyita perhatian publik Indonesia bahkan dunia.
Dokumen tersebut menguak aset rahasia, kesepakatan bisnis, dan kekayaan tersembunyi dari para pejabat dan miliarder, termasuk 30 pemimpin dunia.
Pandora Papers juga menampilkan data wali kota, narapidana, megabintang sepak bola, hingga pesohor yang ditengarai mendirikan perusahaan cangkang di negeri bebas pajak.
Sontak dokumen itu menjadi sorotan publik Indonesia lantaran diketahui memuat nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Pengamat politik Rocky Gerung pun menanggapi hal ini dengan menjelaskan mengenai mitologi dan sejarah Pandora.
“Di dalam mitologi, disebutkan seolah-olah Pandora itu biang segala kejahatan. Karena Pandora seorang perempuan, lalu dianggap perempuan itu adalah root of all evil,” ujarnya melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official Selasa, 5 Oktober 2021.
Namun seiring berjalannya waktu, peradaban akhirnya merubah istilah Pandora.
“Tapi kemudian peradaban membalikkan pengertian istilah Pandora, yaitu memang kota Pandora harus dibuka karena di dalamnya ada kejahatan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Rocky berterimakasih pada Pandora Papers karena sudah mengungkap dugaan kejahatan tokoh dunia, termasuk tokoh Indonesia.
“Kita berterima kasih pada pandora-pandora internasional. Ada 600 pandora internasional, wartawan investigasi yang memang membuka kotak itu karena di dalamnya ada kejahatan beberapa kepala negara, artis, bahkan petinggi-petinggi negara,” tuturnya.
Akademisi ini menyebutkan, saat ini Indonesia berada di suasana baru dalam satu dekade terakhir untuk mengarah kepada keadilan sosial.
Hal tersebut, kata Rocky, yang saat ini dilakukan oleh kalangan pers, terutama pers internasional sehingga mereka turut menyoroti berbagai isu di Tanah Air.
"Jadi kita ada di dalam suasana baru sebetulnya sejak satu dekade ini untuk kembali kepada social justice pada ide keadilan. Nah itu yang dilakukan oleh pers sekarang,” katanya.
Lebih lanjut, dia menilai jurnalis internasional jauh lebih mampu membongkar nama menteri yang diduga terlibat Pandora Papers ketimbang partai politik di Indonesia.
“Karena partai politik nggak mampu lakukan itu, maka jurnalis internasional bikin asosiasi untuk membongkar ketidakadilan, terutama ketidakadilan ekonomi di mana sumber korupsi dan penyelundupan pajak itu dielu-elukan di negara-negara yang bebas pajak, padahal negaranya sendiri sebetulnya butuh pajak,” bebernya.
Atas dasar ini, Rocky meminta KPK untuk segera mengambil tindakan terkait kajahatan pajak yang diungkap Pandora Papers.
Namun, dia sadar bahwa KPK saat ini tidak sekuat dulu dan meminta Kaporli yang memproses hal ini.
“KPK harus bertindak, karena ini kan sinyal bahwa ada kejahatan pajak di situ kan? Tapi KPK kita nggak percayai lagi, maka mestinya Pak Sigit (Kapolri) bisa bertindak itu dengan memakai Novel Baswedan dan teman-temannya,” pungkasnya. ***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Pengamat politik Rocky Gerung/Net
Heboh Luhut-Airlangga Terseret ke Pandora Papers, Rocky Gerung: Partai Politik Indonesia Gak Mampu Lakukan Itu
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar