Breaking News

Gubernur Lemhanas Bilang TNI Milik Presiden, Said Didu: Negara Kerajaan Saja Tidak Anggap Rakyat Milik Raja


Eks Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu mengkritik pernyataan Gubernur Lemhanas Agus Widjojo yang menyebutkan bahwa TNI milik Presiden.

Pernyataan Gubernur Lemhanas itu terungkap saat wawancaranya dengan presenter Najwa Shihab beberapa waktu yang lalu.

Wawancara tersebut berkaitan dengan pemecatan terhadap Brigjen TNI Junior Tumilaar karena membela seorang Babinsa, anak buahnya di Sulawesi Selatan.

Agus Widjojo menegaskan bahwa narasi-narasi yang mengatakan bahwa TNI bersama rakyat adalah keliru, dikutip dari Galamedia.pikiran-rakyat.com.

Menanggapi hal itu, Said Didu menyebutkan bahwa negara berbentuk kerajaan saja tidak menganggap rakyat milik raja tapi negara republik kata dia menganggap demikian.

"Negara berbentuk kerajaan saja tidak menganggap rakyat milik raja - kok negara berbentuk republik anggap rakyat milik Presiden.
Yang ngomong Gubernur Lemhanas lho," kata Said Didu di akun Twitternya, Senin, 11 Oktober 2021, menanggapi cuitan Anggota DPR Fadli Zon yang juga mengkritik pernyataan Gubernur Lemhanas.

Fadli Zon menyebutkan TNI sudah semestinya berpihak kepada rakyat bukan korporasi. Selain itu kata dia, langkah Brigjen Junior Tumilaar harus diberikan apresiasi.

Brigjen TNI Junior Tumilaar baru-baru ini mendapat sorotan setelah mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Surat dalam bentuk tulisan tangan Brigjen Junior itu pun viral di media sosial.

Bukan tanpa sebab, surat itu ia sampaikan karena terkait masalah sengketa tanah di Sulawesi Utara. Akibat surat itu, Brigjen TNI Junior kini dicopot dari jabatannya.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Eks Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu/Net
Gubernur Lemhanas Bilang TNI Milik Presiden, Said Didu: Negara Kerajaan Saja Tidak Anggap Rakyat Milik Raja Gubernur Lemhanas Bilang TNI Milik Presiden, Said Didu: Negara Kerajaan Saja Tidak Anggap Rakyat Milik Raja Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

1 komentar:

  1. Terima kasih Brigjen Junior Tumilar.
    Kami tak butuh orang jenius kami butuh pemimpin berakhlaq mulia.

    BalasHapus