Adsterra

Breaking News

'Dibuang' karena Kesibukan Anaknya, Trimah Sempat Terdiam dan Menangis


Sudah tiga hari lamanya, seorang ibu bernama Trimah menetap di panti naungan Yayasan Griya Lansia Husnul Khotimah, Malang. Tepatnya sejak Rabu (27/10/2021).

Ketiga anaknya, tak mau lagi merawat Trimah. Bahkan kelak jika sudah meninggal, jenazah Trimah tak lagi diurus oleh ketiga anaknya itu. Semua ia serahkan ke pihak yayasan.

Saat proses penyerahan pun, Trimah tak bisa berbuat banyak. Ibu berusia 65 tahun itu hanya bisa pasrah dengan sikap anaknya di usia senjanya ini.

“(Saat dibawa ke panti) ibunya lebih banyak diam, menangis, sedih, sekarang sudah kita hibur dan sudah ikhlas. Di sini kan banyak temannya. Kita beri konseling,” kata Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khotimah, Arief Camra, kepada Fajar.co.id, Sabtu (30/10/2021).

Sebelum Trimah diserahkan ke pihak panti, pihaknya tidak memberikan nasihat kepada tiga anak kandung Trimah. Ketiganya langsung menyerahkan ibunya dengan membuat surat pernyataan bermaterai.

“Tidak ada (mediasi). Sebenarnya ada juga rasa tidak tega karena yah titipannya, mungkin juga masih belum mapan (tiga anaknya). Semua tiga anaknya sudah berkeluarga,” tambahnya, via telepon.

Nasib pilu yang dialami Trimah beredar di media sosial. Sebuah surat pernyataan yang bertuliskan tiga orang anak yang sepakat menyerahkan ibu kandungnya, ke panti jompo untuk dirawat hingga meninggal dunia.

Dalam surat pernyataan itu, anak pertama, kedua, dan ketiga sepakat menyerahkan seluruh perawatan ibu kandungnya bernama Trimah (65), kepada Yayasan Gria Lansia Husnul Khotimah.

Surat itu dikuatkan dengan materai 10 ribu, yang ditandatangani oleh anak pertama, yang nama disensor dalam foto surat tersebut.

“Bersepakat menyerahkan perawatan orang tua kami kepada Gria Lansia Husnul Khotimah, Malang karena kesibukan kami masing-masing,” isi surat itu.

“Apabila orang tua kami meninggal dunia, maka kami menyerahkan pemakaman orang tua kami kepada Gria Lansia Husnul Khotimah. Surat ini dibuat tanpa paksaan dari pihak mana pun,” demikian kesepakatan ketiga anak itu dalam suratnya, tertanggal 27 Oktober 2021.

Sementara dalam surat lain yang beredar, pihak yayasan menerima permintaan oleh tiga orang anak yang mengaku sibuk bekerja dan tak mampu merawat ibunya itu.

“Saya Arief Camra, Ketua Yayasan Gria Lansia Husnul Khotimah menyatakan siap merawat ibu Trimah, Magelang, Jawa Tengah sampai meninggal dunia Insya Allah 100 persen. Jika beliau (Trimah) meninggal dunia, akan kami makamkan secara syariat Islam,” demikian surat pernyataan pihak yayasan. 

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Seorang ibu bernama Trimah menetap di panti naungan Yayasan Griya Lansia Husnul Khotimah, Malang. Tepatnya sejak Rabu (27/10/2021).
'Dibuang' karena Kesibukan Anaknya, Trimah Sempat Terdiam dan Menangis 'Dibuang' karena Kesibukan Anaknya, Trimah Sempat Terdiam dan Menangis Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5