Breaking News

'Bela' Anies Baswedan yang Disebut 'Minta Jatah' di Balik Kampanye AntiRokok, dr. Berlian Idris: Picik Juga Jahat


Beberapa waktu yang lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima secara terbuka hasil gugatan pencemaran udara.

Dikabarkan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, Anies Baswedan menyatakan tak akan mengajukan banding atas hasil Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Pemprov DKI Jakarta memutuskan tidak banding dan siap menjalankan putusan pengandilan demi udara Jakarta yang lebih baik," tuturnya.

Sejalan dengan keputusannya untuk mengurangi polusi udara di DKI Jakarta, baru-baru ini Anies Baswedan kedapatan mengirimkan sebuah surat kepada Michael R. Bloomberg.

Dikatakannya dalam surat itu Indonesia berada diurutan ke-3 untuk konsumsi rokok, untuk memenuhi udara sehat di Jakarta sang Gubernur pun meminta kerjasama.

Namun, tindakan sang Gubernur tampaknnya menuai pro dan kontra, bahkan dikaitkan dengan pilpres 2024 yang masih terjadi di 3 tahun mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh akun Twitter @rokok_ Indonesia pada 1 Oktober 2021 kemarin.

Menurutnya Anies Baswedan banyak diserang karena langkahnya yang meminta 'jatah' ke Bloomberg Initiative untuk kampanye antirokok.

Bloomberg Initiative sendiri adalah lembaga donor di balik kampanye antirokok global.

Menurutnya ada maksud di balik tindakan Anies Baswedan tersebut, dan dikaitkannya dengan politik.

"Nah, lewat surat itu, kita sama-sama paham lah Anies Baswedan ini mau ngapain bertukar surat sama Dear Mr. Bloomberg," ujarnya.

Namun, cuitan Twitter @rokok_Indonesia itu menuai kontroversi, beberapa netizen tak habis pikir dengan pemikiran sang pemilik akun.

Tindakan Anies Baswedan itu dinilai sebagai jalan untuk membuat DKI Jakarta menjadi kota dengan udara yang lebih bersih.

Isu soal antirokok dan Anies Baswedan itu juga menarik perhatian dr. Berlian Idris, yang kemudian mengungkapkan pandangannya.

Menurut dr. Berlian Idris melalui akun Twitternya, kerugian karena merokok sudah jelas dengan mengarah pada golongan sosial ekonomi rendah.

"Kerugian karena merokok sudah jelas, menimpa terutama golongan sosial ekonomi rendah; sementara yang paling diuntungkan dari konsumsi rokok adalah pengusaha kaya," ujarnya, dikutip dari akun Twitter @berlianidris, pada 2 Oktober 2021.

Ia menilai sebuah kesalahan menyerah usaha meningkatkan kesehatan masyarakat dengan narasi 'minta jatah' untuk jabatan di 2024.

"Menyerang usaha peningkatan kesehatan masyarakat dgn narasi 'minta jatah utk persiapan 2024' bukan hanya picik tapi juga jahat," tuturnya lagi.

Hal serupa diungkapkan oleh pengguna Twitter lainnya, menurutnya itu adalah sebuah alasan, agar bisa tetap merokok.

"Khas perokok. Menangkis dg sejuta alasan demi bisa tetap merokok. Fatwa haram aja diterabas dan dicari-cari celahnya, apalagi cuma Anies," ujar akun @ydan_.

"Halu banget min analisisnya, Ngajuin dana untk kampanye anti rokok dikaitkan kampanye 2024. Trus 3 tahun kampanye anti rokok sambil nunggu 2024, dikira g ada konsekuensi kehilangan voters? Buat orang-orang yg waras, gak melulu soal pemilu oy," tutur akun @MelianaMhely.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Net
'Bela' Anies Baswedan yang Disebut 'Minta Jatah' di Balik Kampanye AntiRokok, dr. Berlian Idris: Picik Juga Jahat 'Bela' Anies Baswedan yang Disebut 'Minta Jatah' di Balik Kampanye AntiRokok, dr. Berlian Idris: Picik Juga Jahat Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar