Aksi Marah-Marah Bak Melekat Padanya, Risma Punya Misi di Pilpres 2024?
Aksi marah-marah yang dilakukan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di Gorontalo belum lama ini kembali menyita perhatian.
Bermula dari seorang petugas yang diduga melakukan kesalahan terkait data penerima bantuan sosial, amarah Risma langsung menggebu-gebu kala itu.
Bahkan lantaran saking marahnya, Risma sempat memberikan ancaman kepada petugas dengan akan menembaknya.
Sontak saja, aksi marah-marah yang dilakukan Risma tersebut menyita perhatian publik bahkan langsung direspons Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.
Rusli Habibie mengaku prihatin dengan apa yang dilakukan oleh Risma lantaran tak bisa menahan emosinya kepada petugas.
Terkait aksi marah-marah Risma tersebut, Pakar Komunikasi Politik Profesor Dr Tjipta Lesmana menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil Risma.
Nantinya ketika dipanggil, Tjipta mengatakan Jokowi akan meminta Risma untuk memperbaiki cara berkomunikasinya.
"Saya yakin, Presiden Jokowi akan memanggil Bu Risma. Bicara baik-baik, Bu Risma minta mengkoreksi cara berkomunikasinya. Jangan marah-marah, jangan kasar. Jokowi bakal bicara, 'itu bisa memalukan saya sebagai pemimpin," kata Guru besar di Universitas Pelita Harapan (UPH) ini.
Lebih lanjut, Tjipta menganggap aksi marah-marah Risma itu dia nilai sebagai bentuk cari perhatian atau caper.
Hal ini dilakukan Risma menurut Tjipta agar bisa dilirik dalam kontestasi politik Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.
Soalnya saat ini Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tengah mencari kader-kadernya yang berpotensi untuk maju pada Pilpres 2024.
"Memang, Bu Mega berkeinginan Puan untuk bisa maju di Pilpres 2024. Tapi Puan terpukul dengan elektabilitasnya yang dari survei menyebutkan angkanya hanya enol koma sekian. Kalah dari Ganjar Pranowo yang sudah bisa di atas 40 persen," katanya.
Sehubungan hal itu, lanjut dia, Megawati kini tengah mencari kader untuk jadi cadangan selain kedua sosok tersebut.
"Bu Risma itu orang politik. Tentunya sebagai politisi, ia pun mengharapkan hal itu. Dia pun mencari perhatian dengan berbagai aksinya itu," katanya.
Tjipta pun menyayangkan sikap Risma yang tidak meminta maaf kepada publik melainkan hanya meminta maaf kepada istri Gubernur Gorontalo melalui pesan singkat WhatsApp (WA).
"Sebagai pejabat negara, seharusnya berani meminta maaf kepada publik atau ke orang yang dimarahinya itu. Soalnya ia marah-marah di hadapan publik. Kalau berjiwa besar, dia minta maaf sama Fajar (orang yang dimarahi di Gorontalo). Fajar itu korban konyol sifat Risma marah-marah. Kalau saja Bu Risma minta maaf, banyak orang yang memujinya. Waduh itu pemimpin yang hebat," katanya.
Ia pun kembali mengingatkan Risma agar mau belajar berkomunikasi di hadapan publik. Pasalnya, jika terus bersikap seperti itu maka lambat laun masyarakat justru menilai buruk terhadapnya.
"Itu bisa menjadi bumerang bagi dirinya. Sering-sering menampar, lambat laun itu bisa menampar mukanya sendiri. Bukan jadi populer, publik malah bisa menjadi benci," ingatnya.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Mensos Tri Rismaharini (Risma) disebut mempunyai misi di Pilpres 2024. /Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Aksi Marah-Marah Bak Melekat Padanya, Risma Punya Misi di Pilpres 2024?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar