Adsterra

Breaking News

Tanggul Citarum di Bekasi Retak, PJ Bupati: Tolonglah Masa Sudah Dikunjungi Presiden Masih Rusak


Pemerintah Kabupaten Bekasi mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Citarum segera membangun tanggul permanen di Kampung Babakan Banten Desa Sumberurip Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Soalnya, pembangunan tanggul sudah menjadi instruksi langsung Presiden Joko Widodo.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengaku telah memanggil perwakilan BBWS Citarum terkait kondisi tanggul di hilir Citarum itu. Dani menegaskan, tanggul harus segera diperbaiki.

“Saya sudah bilang tolonglah diperbaiki, masa ini sudah dikunjungi presiden tapi masih kejadian lagi (tanggul rusak), anda (BBWS) juga bisa dipecat, dan saya juga malu sebagai kepala BPBD (Jawa Barat) dengan kondisi ini,” ucap Dani di Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis 2 September 2021.

Desakan itu, kata Dani, perlu dilakukan karena pada pertemuan sebelumnya pihak BBWS Citarum belum dapat memastikan kapan pembangunan akan dilakukan. Padahal, kondisinya sudah mendesak lantaran tanggul darurat telah retak, menyusut hingga nyaris amblas. Untuk itu, Dani meminta pembangunan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Karena kemarin (BBWS) belum pasti katanya (perbaikan) bisa tahun ini atau tahun depan. Tapi saya bilang banjirnya sekarang, karena kan sering terjadi di akhir tahun ini. Jadi Oktober ini harus segera bergerak,” ucap dia.

Dani menegaskan, pembangunan tanggul permanen di Pebayuran itu harusnya sudah dikerjakan karena instruksi langsung dari Presiden Jokowi. Saat meninjau kondisi tanggul pasca banjir besar, Februari lalu, Jokowi menginstruksikan agar tanggul segera diperbaiki. Tapi, pada kenyataannya, yang diandalkan hanya tanggul darurat yang kini pun nyaris hancur.

“Harusnya sudah ada anggarannya karena presiden sudah instruksikan dalam tiga hari pembangunan tanggul darurat. Setelah itu, sebulan dua bulan selanjutnya bangun tanggul permanen. Itu sudah instruksi presiden,” ucap dia.

Dani menambahkan, jika tanggul permanen tidak segera terealisasi, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melaporkan langsung pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

“Jadi kalau BBWS masih sulit ya sudah saya ngomong ke Menteri PU kan Menteri PU waktu itu hadir, saya pinjam telinga pinjem mata. Presiden bilang itu harus dibereskan dengan tanggul permanen,” ucap dia.

Lebih lanjut, kondisi tanggul Pebayuran pun akan dilaporkan pada Satgas Citarum Harum agar mendapat prioritas.

“Kalau BBWS kesulitan, mungkin karena alokasinya terbatas dan sungai di Indonesia banyak, saya juga akan bicara dengan gubernur selaku komandan Satgas Citarum untuk minta atensi di Bekasi. Karena saya sangat khawatir melihat perbaikan tanggul yang saat ini bisa jebol lagi,” ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Pikiran Rakyat, kerusakan tanggul darurat di Pebayuran ini sudah terjadi sejak Maret lalu, atau kurang dari sebulan pasca banjir besar merendam ribuan rumah di hilir Citarum ini.

Saat itu, sejumlah warga telah mengeluhkan kondisi tanggul yang terbuat dari tumpukkan karung pasir itu tiba-tiba menyusut. Kondisi ini semakin parah tatkala hujan lebat mengguyur daerah sekitar hingga debit air meningkat.

Anggota BPD Sumberurip Mamun mengatakan, kondisi tanah di lokasi tersebut labil sehingga sering terjadi longsor, apalagi di bibir sungai. Harusnya perbaikan tanggul dibuat permanen. 

“Ya kalau darurat, terus enggak kuat kami khawatir jebol lagi. Jadi kami sangat ingin dibuat tanggul permanen agar enggak ada banjir besar lagi,” ucap dia.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Tanggul darurat amblas di Desa Sumberurip Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. /Pikiran Rakyat/Tommi Andryandy
Tanggul Citarum di Bekasi Retak, PJ Bupati: Tolonglah Masa Sudah Dikunjungi Presiden Masih Rusak Tanggul Citarum di Bekasi Retak, PJ Bupati: Tolonglah Masa Sudah Dikunjungi Presiden Masih Rusak Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5