Tak Setuju dengan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Said Didu Sebut Ada Jebakan China
Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu berujar jika ada jebakan dari China terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Hal tersebut berkaitan dengan pembiayaan proyek kereta cepat yang dikabarkan berasal dari Bank of China.
Dikatakan Muhammad Said Didu, sebelumnya jika pembiayaan Bank of China tersebut dapat dilakukan tanpa jaminan dari pemerintah.
Namun, tidak berselang lama, kemudian muncul pernyataan lain jika harus ada jaminan dari pemerintah.
"Pemerintah memberikan jaminan itu juga harus dicek, awalnya tanpa jaminan, tiba-tiba menjadi dengan jaminan. Itu harus dicek, berarti pemerintah sudah terjebak," kata Said Didu melalui akun YouTube MSD.
Kesepakatan antara Indonesia dan China yang sempat berubah tersebut, dinilai Said Didu ada rencana China untuk menguasai infrastruktur strategis di tanah air.
"Saya menyatakan ini pintu aneksasi jebakan proyek China untuk menguasai infrastruktur strategis di Indonesia. Artinya tidak tertutup kemungkinan sekarang dengan berhasilnya menjebak Indonesia dengan kereta cepat Bandung-Jakarta adalah mempercepat aneksasi infrastruktur strategis di Indonesia," ujar Said Didu.
Menurut Said Didu, proyek tersebut bukan tentang membuat kereta api cepat Jakarta-Bandung, melainkan memperceopat aneksasi infrastruktur strategis di Indonesia.
Menanggapi proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, komisi VI DPR mengusulkan untuk dilakukan audit.
Said Didu setuju dengan usulan tersebut tetapi tidak yakin akan dilaksanakan.
"Kalau ini dibongkar akan terbiongkar semua. Peluang akan diaudit mungkin hanya 20 persen akan dilakukan," tuturnya.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu/Net
Tak Setuju dengan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Said Didu Sebut Ada Jebakan China
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar