Pasrah Dipalak Preman, Kakek Penjual Bubur Justru Alami Hal Tak Terduga
Video yang memperlihatkan aksi seorang pria yang diduga preman sedang memalak tukang bubur beredar dan viral di media sosial.
Salah satu akun media sosial yang membagikan video berdurasi 30 detik tersebut adalah akun Instagram @undercover.id.
Video yang dibagikan pada Jumat, 3 September 2021 kemarin tersebut sampai saat ini telah disukai lebih dari 31.000 pengguna.
Dalam video yang dibagikan, terlihat seorang pria yang diduga seorang preman mendatangi tukang bubur di pinggir jalan yang tidak disebutkan lokasinya.
“Tega banget!! Ada preman mau malakin si kakek,” ucap perekam dalam narasi di dalam video tersebut, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @undercover.id, Sabtu, 4 September 2021.
Kakek penjual bubur itu pun disebut pasrah ketika dipalak, dan diminta untuk memberikan seporsi bubur kepada preman tersebut.
“si kakek pasrah buburnya diminta,” ujar perekam dalam narasinya.
Akan tetapi, aksi tidak terduga si preman terjadi ketika dia sudah menghabiskan bubur yang diminta dari si kakek penjual.
Preman tersebut justru mengeluarkan beberapa lembar uang nominal Rp 100.000, dan menyerahkannya kepada kakek penjual bubur.
“Ternyata malah dikasih uang banyak banget dong,” kata perekam dalam narasi videonya.
Bingung menerima uang yang banyak tersebut, kakek penjual bubur pun tampak berniat mengejar si preman.
Akan tetapi, preman tersebut sudah berjalan jauh dan tidak terkejar oleh kakek penjual bubur.
Kakek itu pun kembali ke tempatnya berjualan dan duduk sambil menghitung jumlah uang yang diberikan si preman.
Setelah itu, dia tampak bersujud syukur atas rezeki yang didapatkannya dari preman tersebut.
“Alhamdulillah ini rezekinya si kakek, sehat selalu kakek,” tutur perekam.***
Video itu dapat dilihat di sini.
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Seorang preman memalak penjual bubur. (Instagram/undercover)
Pasrah Dipalak Preman, Kakek Penjual Bubur Justru Alami Hal Tak Terduga
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar