Vladimir Putin dan Erdogan Setuju Perkuat Koordinasi Masalah Afghanistan, Taliban Harus Tepati Janjinya
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas situasi di Afghanistan dalam panggilan telepon pada Sabtu, 21 Agustus 2021.
Keduanya sepakat untuk memperkuat koordinasi bilateral mengenai masalah-masalah Afghanistan, menurut pernyataan yang dikeluarkan Kremlin.
Kedua pemimpin itu juga menekankan prioritasnya seperti kontra-terorisme dan menangani perdagangan narkoba.
Erdogan menyuarakan harapannya untuk transisi lunak di Afghanistan. Ia menyampaikan bahwa penting agar Taliban tidak mengulangi kesalahan sebelumnya dan menepati janji mereka dengan pendekatan inklusif etnis.
"Pemerintah baru yang akan dibentuk di Afghanistan harus inklusif dan mewakili keragaman rakyat Afghanistan," kata Erdogan kepada Putin menurut pembacaan setelah panggilan telepon tersebut, dikutip dari Reuters.
Diberitakan Pikiran-rakyat.com sebelumnya, Vladimir Putin meminta komunitas internasional untuk mencegah runtuhnya negara Afghanistan setelah dikuasai Taliban.
"Gerakan Taliban menguasai hampir seluruh wilayah negara itu," kata Vladimir Putin saat konferensi pers dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Jumat, 20 Agustus 2021.
"Ini adalah kenyataan dan dari kenyataan inilah kita harus melanjutkan, mencegah runtuhnya negara Afghanistan," ujarnya.
Presiden Rusia berusia 68 tahun itu juga mengkritik "kebijakan tidak bertanggung jawab" yang memaksakan "nilai-nilai luar" di Afghanistan yang dilanda perang.
"Anda tidak bisa memaksakan standar kehidupan dan perilaku politik pada orang lain dari luar," kata Putin.
Dia juga menyoroti pentingnya mencegah teroris memasuki negara-negara tetangga dari Afghanistan, termasuk dengan kedok sebagai 'pengungsi'.
Sejauh ini, Taliban tidak menawarkan secara spesifik tentang bagaimana mereka akan memimpin Afghanistan. Mereka menyebut hukum akan dipandu oleh hukum Syariah, atau hukum Islam.
Taliban yang sempat berkuasa pada 1996-2006, mengklaim tidak akan membalas dendam terhadap musuh lama dan akan menghormati hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam.
Semasa tahun 1996-2006, Taliban sangat membatasi hak-hak perempuan, melakukan eksekusi di depan umum dan meledakkan patung-patung Buddha kuno. Mereka kemudian digulingkan dalam invasi pimpinan AS tahun 2001.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan di Sochi, Rusia, 3 Mei 2017/Net
Vladimir Putin dan Erdogan Setuju Perkuat Koordinasi Masalah Afghanistan, Taliban Harus Tepati Janjinya
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar