Adsterra

Breaking News

Singgung Pertumbuhan Ekonomi dan Kasus Kematian Covid-19, Rachland Nashidik: Seperti Dibujuk Untuk Memuji


Pendiri Perhimpunan Pendidikan Demokrasi Rachland Nashidik buka suara terkait sikap pemerintah terhadap kasus kematian di Tanah Air akibat Covid-19 yang masih terbilang tinggi yang disandingkan dengan pencapaian ‘negara’ pada sektor perekonomian.

Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis laporan terbaru terkait ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen (y-on-y).

Dilaporkan bahwa perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Triwulan II 2021 mencapai Rp4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.772,8 triliun.

Ekonomi Indonesia Triwulan II 2021 terhadap Triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,31 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 29,07 persen.

Ekonomi Indonesia Triwulan II 2021 terhadap Triwulan II 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10 persen dan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,78 persen.

Selain itu, ekonomi Indonesia pada Semester I 2021 terhadap Semester I 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,10 persen (c-to-c), yaitu dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 7,78 persen.

Dari sisi pengeluaran seluruh komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 18,51 persen.

Pertumbuhan (y-on-y) Triwulan II 2021 terjadi di seluruh kelompok pulau, terutama pada kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 57,92 persen dan pertumbuhan (y-on-y) sebesar 7,88 persen.

Tidak hanya Ekonom Rizal Ramli dan politisi Fadli Zon, Rachland Nashidik turut menyampaikan komentarnya melalui akun Twitter miliknya pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Rachland Nashidik mengatakan bahwa sejak PPKM dimulai, sebanyak 30 ribu warga Indonesia meninggal akibat Covid-19 dan hingga saat ini, angka kematian mencapai 100, 636 jiwa.

Namun, ia sangat menyesal lantaran tidak adanya pernyataan menyesali bahkan permintaan maaf dari pemerintah.

“Bulan Juli, sejak PPKM dimulai, 30 ribu warga negara mati. Angka kematian kini menjadi 100, 636 jiwa. Sedih sekali. Tapi tak ada pernyataan menyesali, apalagi minta maaf, dari Pemerintah. Sebaliknya, kita seperti dibujuk untuk memuji "keberhasilan" pemerintah mengurus ekonomi,” katanya yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Twitter @RachlanNashidik.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Rachland Nashidik (kiri) dan Presiden Jokowi. /Kolase dari Youtube.com/ Sekretariat Presiden dan Instagram.com/@rachlandnashidik.
Singgung Pertumbuhan Ekonomi dan Kasus Kematian Covid-19, Rachland Nashidik: Seperti Dibujuk Untuk Memuji Singgung Pertumbuhan Ekonomi dan Kasus Kematian Covid-19, Rachland Nashidik: Seperti Dibujuk Untuk Memuji Reviewed by Admin Oposisi on Rating: 5