Perayaan Kemerdekaan ke-102 Afghanistan Ricuh, Taliban Ingin Ubah Warna Bendera
Perayaan Hari Kemerdekaan ke-102 Afghanistan harus pupus karena sebelum hari ini, Kamis, 19 Agustus 2021, Taliban telah menduduki negara beribukotakan Kabul itu.
Tidak ada tanda-tanda keramaian dari warga Afghanistan yang setiap tahunnya bersuka cita atas kemerdekaan negaranya yang telah diberikan kedaulatan penuh oleh Inggris pada 1919.
Namun, sekelompok warga Afghanistan di kota Khost, Jalalabad, dan Assadabad yang merayakan hari kemerdekaan Afghanistan malah berakhir ricuh karena ditembaki oleh militan Taliban.
Di samping itu, Taliban, penguasa de facto Afghanistan, merilis pernyataan untuk memperingati hari bersejarah Afghanistan.
"Hari ini kita merayakan ulang tahun kemerdekaan kita dari kekuasaan Inggris pada saat Amerika Serikat, negara adidaya, telah gagal total melawan perlawanan jihadis dan telah dipaksa mundur dari Afghanistan," kata Taliban dalam sebuah pernyataan.
Pihaknya mengaku akan mengupayakan persatuan dan kemakmuran bagi warga Afghanistan di bawah aturan hukum Islam versi Taliban.
Terkait hal itu, muncul perdebatan untuk mengubah bendera tiga warna Afghanistan menjadi bendera putih Taliban.
Penduduk Jalalabad, mengungkapkan bahwa mereka ingin mengibarkan bendera nasional tiga warna Afghanistan di Lapangan Martir di pusat kota, tetapi Taliban menentangnya.
Namun, dalam insiden perayaan yang berujung ricuh itu, akibatnya bentrokan pun terjadi dan menyebabkan adanya korban jiwa.
Menurut laporan Al Jazeera, setidaknya tiga warga Afghanistan tewas selama bentrokan. Pihak Taliban belum berkomentar sejauh ini.
Menurut radio lokal Salam Afghanistan, kejadian serupa juga dilaporkan di Provinsi Kunar dan Provinsi Khost, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency.
Sementara Amerika Serikat pun mengabaikan janji Ashraf Ghani, untuk kembali ke negara yang dia tinggalkan dengan mengatakan Ghani bukan lagi seorang tokoh di Afghanistan.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengungkapkan bahwa Ghani tiba di Uni Emirat Arab.
Ashraf Ghani bertekad kembali ke Afghanistan untuk melanjutkan perjuangannya demi hak-hak dan nilai-nilai rakyat Afghanistan setelah melarikan diri pada Minggu.
"Saya bangga dengan pasukan keamanan kami. Mereka belum dikalahkan, kami hanya kalah di front politik. Itu adalah kegagalan kepemimpinan pemerintah, kepemimpinan Taliban, dan masyarakat internasional. Itu adalah kegagalan proses perdamaian. Saya ingin mengalihkan kekuasaan ke Taliban secara damai. Namun saya diusir dari Afghanistan di luar keinginan saya," katanya.
Untuk diketahui, konflik antara pasukan Taliban dan Afghanistan meningkat, ketika pasukan asing mengumumkan penarikan mereka dari negara itu pada 11 September.
Taliban membuat kemajuan militer yang cepat dalam beberapa pekan terakhir dan menguasai ibu kota pada Minggu sementara pasukan pemerintah melarikan diri atau menyerah.
AS sedang berupaya mengevakuasi warganya dan warga Afghanistan sekaligus mengendalikan Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul. Meskipun begitu, Sherman mengaku khawatir akan pelanggaran janji vis-a-vis oleh Taliban.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Taliban. / REUTERS
Perayaan Kemerdekaan ke-102 Afghanistan Ricuh, Taliban Ingin Ubah Warna Bendera
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
