Breaking News

Kata Mahfud MD, Indeks Demokrasi Turun karena Intoleransi Meningkat


Penurunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang dipublikasi The Economist Intelligence Unit (EIU) dengan skor 6,48 dan masuk kategori demokrasi belum sempurna atau flawed democracies ditanggapi santai oleh pemerintah.
 
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, semua negara di dunia saat ini hampir mengalami penurunan indeks demokrasi. Hal itu antara lain disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19.

Namun, Mahfud enggan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai satu-satunya faktor yang menyebabkan penurunan indeks demokrasi.

"Kalau kita mau berapologi, semua negara turun karena Covid-19. Tapi kan kita tidak boleh berapologi begitu, turunlah," ujar Mahfud saat memberikan testimoni virtual dalam peluncuran dan bincang buku Negara Bangsa Di Simpang Jalan karya jurnalis senior Budiman Tanuredjo, pada Sabtu siang (7/8).

Menurut Mahfud, ada faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi turunnya indeks demokrasi, yakni turunnya budaya hukum di Indonesia lantaran intoleransi menguat.

"Kalau itu dipetil-petil masalahnya, yang turun dari berbagai indikator itu budaya hukumnya turun, drop, kenapa? Karena terjadi fenomena intoleransi. Yang lain tinggi," katanya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjelaskan, penegakan hukum hingga keamanan saat ini cenderung naik dan baik. Hal itu setidaknya tercatat dalam laporan survei Kompas tertanggal 3 Mei 2021.

"Nanti bisa dibaca sendiri ya, biar saya tidak dibilang bohong, sekarang ini indeks penegakan hukum keamanan itu baik. Keamanan bagus, naik dari 66 ke 77. Hukum penegakan hukum naik, keadilan naik," demikian Mahfud.

Turut hadir sejumlah narasumber dalam acara tersebut, yakni Gurubesar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Pendiri Narasi, Najwa Shihab.

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD/Net
Kata Mahfud MD, Indeks Demokrasi Turun karena Intoleransi Meningkat Kata Mahfud MD, Indeks Demokrasi Turun karena Intoleransi Meningkat Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

1 komentar:

  1. Indeks Demokrasi menurun dan Indeks Intoleransi meningkat itu memang benar adanya karena Budaya kita sekarang mulai luntur dan menipis terkikis akibat pengaruh luar,ini terjadi diakibatkan dari pembangunan yg mengutamakan investasi dengan meninggalkan kedaulatan bangsa seperti terjadinya TKA TKA dan terlebih kita tak dapat membendungnya sekalipun mereka memaksa bahwa yg boleh masuk bekerja di perusahaan tersebut harus bahasa mereka, belum lagi kita dalam mengendalikan covid 19 yg sangat tergantung kepada satu Negara, sehingga negara lain enggan untuk membantu negara kita.Jika demikian halnya , harusnya pemerintah harus memutar balik kebijakan kebijakan sehingga kedaulatan negara dapat di pertahankan. Bangsa kita bangsa yg berdaulat kita tetap jungjung tinggi Sumpah Pemuda 1928,Bangsa satu, Tanah air satu, Bahasa satu, pengarus asing sehingga intoleransi yg dibuat oleh asing tersebut sangat dirasakan, penanganan covid19, yg begitu dirasakan tidak boleh bersilaturrahmi dilarang mudik, dibatasi kegiatan masyarakat, dan berkerumun yg ditiadakannya untuk kegiatan hajatan hajatan yg paling diskriminasi oleh covid ini adalah ditembaknya 6 orang tak bersalah KM50 dan proses kepada HRS di sebabkan covid19.Seakan akan yg berkuasa dan memiliki Negara ini adalah covid19, padahal itu tak nampak dan tak melihat dan tak mendengar juga kata ahli tidak membunuh, jadi yg buta dalam hal menyikapi Covid 19 adalah pemerintah, jangan ada alasan semua negara di dunia ini , dan jangan ada alasan banyak yg mati.justru alasan inilah membuat orang mati ketakutan dan panik serta rumah sakit dibuat mencekam semua nakes ketakutan dan tak berfungsi melayani masyarakat lagi seolah olah semua penyakit dijadikan di test antigen dan swab, isolasi dulu padahal alat itu belum pasti hasilnya. covid

    BalasHapus