Kata Sujiwo Tejo, Markas Polisi Disambangi Paspampres Masih Mending daripada Digeruduk Rakyat
Belum lama ini Pasukan Pengaman Presiden mendatangi Markas Polisi Jakarta Barat.
Mereka menggeruduk Mapolres Jakarta Barat buntuk cekcok oknum angota polisi yang mengadang satu anggota Paspampres di lokasi penyekatan.
Diduga tak terima teman mereka diperlakukan seperti itu, sejumlah Paspampres dengan mengenakan pakaian serba hitam mendatangi kantor Mapolres Jakarta Barat.
Atas aksi dari Paspampres tersebut, Budayawan Sujiwo Tejo menyindirnya.
“Ke Paspampres aja kini petugas PPKM harus mulai mikir berkali-kali. Apalagi ke rakyat, yang beberapa kali lipat di atas Paspampres,” sindir Sujiwo Tejo, dikutip dari akun Twitter pribadinya, @sudjiwotedjo pada Sabtu, 10 Juli 2021.
Secara tegas, Sujiwo menuliskan posisi Paspampres yang berada jauh di bawah Presiden.
Padahal rakyat jauh di atas Presiden artinya lebih jauh dari Paspampres.
“Markas petugas disambangi rakyat, jauh lebih anu daripada disambangi Paspampres,” tegas Sujiwo Tejo.
Lantas Sujiwo Tejo mengingatkan, masih mending jika markas petugas hanya disambangi Paspampres.
Tulianya, para Paspampres ganteng-ganteng dan masih ada aturan saat menggeruduk.
“Sepanas-dinginnya sebuah markas gegara disambangi Paspampres itu masih mending. Mereka ganteng-ganteng," tulisnya.
"Semua ada unggah-ungguhnya. Udah itu jumlahnya terbatas pula,” katanya.
“Disambangi rakyat? Wah, udah gak semuanya ganteng, jumlahnya bisa sampai 270 juta jiwa, gak semua punya unggah-ungguh pula,” tandas Sujiwo Tejo.
Paspampres saja digituin
Isu Paspampres menjadi trending topic di Twitter.
Hal tersebut bermula dengan unggahan video di akun Twitter Info Jakarta terkait petugas PPKM Darurat yang memberhentikan seorang pria.
Pria yang diberhentikan tersebut tidak terima dihentikan oleh petugas yang tidak berpakaian seragam lengkap dan menuturkan jika ia merupakan seorang Paspampres.
Namun, petugas PPKM Darurat itu tidak percaya dan menyeretnya ke dekat mobil water canon.
Kalau kamu Paspampres memang kenapa? Mana KTA mu?" ujar petugas tersebut.
Usai pria itu memberikan KTP miliknya diketahui ia benar-benar seorang Paspampres, Praka Izroi.
Saat itu, Praka Izroi akan mengikuti apel Paspampres tetapi melewati jalan yang diberlakukan PPKM Darurat.
Melihat unggahan tersebut, banyak warganet yang memberikan pujian kepada Praka Izroi.
Pasalnya, Praka Izroi tetap tenang dan mengendalikan emosi meskipun petugas PPKM Darurat bersikap arogan dan kasar sampai mendorongnya.
Selain itu, warganet juga membandingkan sikap petugas PPKM Darurat kepada Paspampres dan rakyat biasa.
"Kalau Paspamres saja diperlakukan seperti ini, bagaiman rakyat jelata ya?" tulis akun evacilia.
Pada masa PPKM Darurat, banyak warga yang merasa diperlakukan tidak adil oleh petugas karena cara mereka dalam melakukan penertiban.
Dalam menertibkan pedangan, petugas bahkan menyiram toko mereka dengan menggunakan water canon, mengangkat kursi, dan mengambil gas milik warung makan.
Selain itu, ada juga petugas yang memberikan denda sebesar Rp5 juta kepada warung tenda yang berjualan di pinggir jalan.
"Polisi vs anggota Paspampres. Pak Polisi hentikan sikap arogan, apalagi ke rakyat!" tulis akun Twitter lainnya.
"Sama Anggota Paspampres aja bgini apalagi sama sipil, ngeri."
"Paspampres loh, diperlakukan kek gitu, gimana dengan kita. Mau lewat aja harus di injak injak dulu," tulis salah satu akun.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: 50 orang anggota Paspampres mendatangi Polres Metro Jaya Jakarta. /Instagram @infokomando
Kata Sujiwo Tejo, Markas Polisi Disambangi Paspampres Masih Mending daripada Digeruduk Rakyat
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar