Bukan Gedung DPR, Tokoh NU Ini Setujui Istana Bogor dan Kantor Menteri BUMN Jadi RS Darurat Covid-19
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan alias Gus Umar berikan komentar tambahan tempat untuk RS darurat Covid-19.
Melalui Twitter pribadinya, Gus Umar menyebutkan bahwa dia akan setuju jika istana Bogor dan kantor Menteri BUMN yang dijadikan RS Darurat.
"Saya setuju kalau istana Bogor dan kantor menteri BUMN jadi RS darurat Covid19," ujar Gus Umar dikutip Galamedia dari Twitternya, Sabtu, 10 Juli 2021.
Tak hanya dua tempat itu, dia juga mengusulkan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk dibuatkan tenda darurat bagi pasien Covid-19.
"Atau bisa juga GBK dibuat tenda darurat buat pasien Covid19," tambahnya.
Bersamaan dengan cuitannya itu, Gus Umar menyinggung nama Menteri BUMN, Erick Tohir.
Menurutnya kantor menteri BUMN bisa dijadikan RS Darurat agar Erick tak harus pergi ke kantor karena menurut pendapatnya apa yang dikerjakan Erick tak jelas.
"Erick Tohir gak usah ngantor deh apa yg dia kerjakan juga Gak jelas," ujarnya.
Sebelumnya, lonjakan Covid-19 saat ini membuat rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya kehabisan ruangan bagi pasien Covid-19.
Oleh karena itu, beberapa politisi mengusulkan gedung DPR dan MPR bisa dijadikan RS Darurat sementara bagi pasien Covid.
Diberitakan Galamedia sebelumnya, salah satu anggota DPR Fraksi Demokrat, Benny K Harman mengusulkan hal tersebut.
"Kalo memang rumah sakit sudah penuh sehingga banyak pasien Covid terlantar dan harus tunggu antri berjam-jam, sebaiknya halaman dan gedung DPR/MPR dijadikan rumah sakit darurat," kata Benny dikutip Galamedia dari Twitternya, Jumat, 9 Juli 2021.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Tokoh NU, Gus Umar. /Twitter @Umar_Chelsea_75
Bukan Gedung DPR, Tokoh NU Ini Setujui Istana Bogor dan Kantor Menteri BUMN Jadi RS Darurat Covid-19
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar