Breaking News

Kapolri Setuju Jalur Sepeda di Jakarta Dibongkar, Abshar Abdalla: Bike to Work Tak Didukung Pemerintah


Intelektual Nadhlatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdalla memberikan komentar terkait rencana Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membongkar jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman-Thamrin, DKI Jakarta.

Diketahui Kapolri telah menyetujui pembongkaran jalur sepeda yang digagas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp28 miliar saat membuat jalur sepeda permanen itu.

Menanggapi keputusan Kapolri itu, Abshar Abdalla dalam akun Twitternya menyebutkan pembongkaran jalur sepeda tersebut menunjukkan kemunduran dan akan mengirim pesan keliru kepada publik bahwa bike to work tidak didukung pemerintah.

"Usulan pembongkaran jalur sepeda itu, kalau jadi dilaksanakan, jelas "set back," kemunduran dan akan mengirim pesan yg keliru kepada publik: bahwa "bike to work" itu ndak didukung oleh pemerintah; bhw pemerintah tidak pro-"green policy."
Ramifikasinya bisa panjang," tulis @ulil, Kamis, 17 Juni 2021, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com

Di cuitan terpisah, dia juga mengkritik orang-orang yang setuju pembongkaran jalur sepeda hanya karena program Anies Baswedan.

Menurut Ulil Abshar Abdallla, program jalur sepeda penting di ibu kota dan kalau bagus harus dipertahankan dan didukung.

"Saya mengkritik mereka yg setuju pembongkaran jalur sepeda di Sudirman dan Thamrin, hanya semata2 karena itu programnya Anies. Program siapapun, mau Pak Jokowi atau Anies, kalau bagus ya harus didukung.
Jalur sepeda ini di ibu kota penting. Simbol kebijakan yg pro-green," tulisnya.

Abshar Abdalla mengatan keberadaan jalur sepeda di ruas Jalan Sudirman-Thamrin menunjukkan kebijakan yang sehat, mengurangi kendaraan dan membatasi polusi.

"Saya setuju, jalur sepeda di Sudirman dan Thamrin dipertahankan. Keberadaan ini penting secara simbolik: yaitu kebijakan yg pro gaya hidup sehat, mengurangi kendaraan, mengatasi polusi. Nilai somboliknya itu yg penting. Selain, saya sendiri jg suka nyepeda," katanya.

Cuitan Abshar-Abdalla terkait keputusan Kapolri dalam pembongkaran jalur sepeda permanen di Jakarta.

Diberitakan Pikiran-rakyat.com sebelumnya, Kapolri dalam keputusan pembongkaran jalur sepeda akan melakukan studi banding ke beberapa negara untuk mempelajari aturan jalur sepeda.

Polri juga akan menggelar rapat bersama terkait bagaimana aturan jalur sepeda diberlakukan di Indonesia.

"Kami akan koordinasikan dengan Menteri Perhubungan dan Pemprov DKI. Mudah-mudahan ini bisa segera dilakukan," ujar Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Meskipun Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin akan dibongkar, polisi memastikan bahwa jalur sepeda lainnya akan tetap ada. Polri juga akan mengadakan pembatasan waktu bagi para pesepeda agar tak mengganggu pengguna jalan yang lainnya.*** 

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Ilustrasi jalur sepeda. /Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Kapolri Setuju Jalur Sepeda di Jakarta Dibongkar, Abshar Abdalla: Bike to Work Tak Didukung Pemerintah Kapolri Setuju Jalur Sepeda di Jakarta Dibongkar, Abshar Abdalla: Bike to Work Tak Didukung Pemerintah Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar