Breaking News

Andi Arief Dorong Mahfud MD Jadi Jembatan, “Akhir Kekuasaan Pak Jokowi Harusnya Membuka Diri”


Kepala Bappilu DPP Demokrat Andi Arief mendorong Mahfud MD mengambil peran jembatan komunikasi penguasa dan masyarakat, khususnya yang mengkritik.

Menurut Andi Arief, belum ada pihak yang mau menyatukan dua komunikasi tersebut, demi terwujudnya kemaslahatan bangsa.
 
Atas alasan itu, Andi Arief mendorong agar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengambil peran tersebut.

“Prof sebagai Menkopolhukam sebetulnya bisa jadi jembatan. Saya belum bisa melihat tokoh lain. Prof harus kangen dengan kegigihan yang berada di luar, masih ada waktu,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (6/6).

Andi Arief menjelaskan bahwa Mahfud MD merupakan sosok yang paham bahwa masyarakat kini menganggap pemerintah mau menang sendiri dan anti kritik.

Bahkan terkadang penguasa merasa bisa mengatasi persoalan bangsa sendirian.

“Di akhir kekuasaan Pak Jokowi harusnya makin membuka diri, bukan membalik argumen sisa lalu,” harapnya.

“Pernyataan Prof @mohmahfudmd bahwa pro KPK dan tidak berdaya menghadapi TWK, menurut saya hal yang tidak mungkin,” katanya lagi.

“Karena kewenangan Prof sangat besar sesungguhnya. Masih ada opsi sebenarnya kalau kita mau,” kata Andi Arief dalam unggahan Twitter pribadinya, Minggu (6/6).
 
Berita sebelumnya, Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kembali menyindir Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) dengan kalimat PDIP bukan kubu Hasto. Seteru keduanya tetap lanjut.

“Banyak pertanyaan koalisi Demokrat dengan siapa 2024. Sejak awal sikap tidak berubah, membangun bangsa ini harus bersama,” kata Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief, Jumat (4/6) melalui akun Twitter @andiarief_.

Menurut aktivis 98 itu, partainya sudah menjalin komunikasi dengan semua partai yang ada di DPR RI.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan PKS, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Gerindra dan PDIP (bukan kubu Hasto),” katanya.

“Pembicaraan kami mendukung penanggulangan Covid-19. PAN juga sudah,” ujar Andi Arief.

Selain bicara koalisi, penanggulangan Covid-19 dan resesi ekonomi selalu dibicarakan jika pertemuan antar partai.

Sebab, kalau arah penanggulangan pandemi dan keluar dari resesi ekonomi gagal, pasti berdampak pada pemilu 2024.

“Bisa jadi mengancam pelaksanaannya,” ucap Andi Arief.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto sebelumnya menyebutkan, partainya menutup peluang untuk berkoalisi dengan Demokrat dan PKS pada Pilpres 2024.

Sekjen PDIP Hasto menjelaskan ketidakcocokan tersebut lantaran memiliki ideologi yang berbeda.

Bahkan, Hasto mengungkit Pilpres 2004 dan 2009 yang dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap penuh manipulasi. 

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Andi Arief/Net
Andi Arief Dorong Mahfud MD Jadi Jembatan, “Akhir Kekuasaan Pak Jokowi Harusnya Membuka Diri” Andi Arief Dorong Mahfud MD Jadi Jembatan, “Akhir Kekuasaan Pak Jokowi Harusnya Membuka Diri” Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar