Membayar Publik Figur Untuk Promosi Produk Konstitusi Yang Tak Mereka Pahami Itu Buruk
Kampanye sejumlah publik figur mengenai omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dengan tagar #IndonesiaButuhKerja dikritisi sejumlah pihak.
Berdasarkan kabar yang beredar, para artis mengampanyekan RUU yang amsih dibahas di DPR RI ini dengan imbalan bervariasi, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per unggahan di sosial media.
"Ini sangat buruk memanfaatkan dan membayar publik figur untuk mendukung kebutuhan politik," kata Deputi Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat, Taufiqurrahman saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/8).
Mirisnya, mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta ini menilai para artis telah dimanfaatkan untuk sesuatu yang mereka pun tidak memahaminya.
"Mereka dimanfaatkan untuk mendukung rancangan konstitusi yang bahkan tidak mereka pahami," tandasnya.
Partner Sindikasi Konten: rmol
Diterbitkan: oposisicerdas.com
Editor: Windha Pramitasari
Foto: Gritte Agatha saat promosi tentang RUU Cipta Kerja di akun sosial medianya/Repro
Membayar Publik Figur Untuk Promosi Produk Konstitusi Yang Tak Mereka Pahami Itu Buruk
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:
