Bocor! Hacker Mengklaim 2,3 Juta DPT Pemilu Dijual di Pasar Gelap
Seorang hacker (peretas) mengklaim telah membocorkan data pribadi dan data pemilih sebanyak 2,3 juta warga negara Indonesia. Menurut sampel data yang dilihat Hackread.com, data tersebut muncul sejak 2013 dan tampaknya dicuri dari situs web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam bahasa Indonesia.
Data 2,36 GB telah dibagi menjadi beberapa folder yang semuanya berisi data dalam file PDF termasuk nama lengkap, alamat, nomor registrasi, nomor kartu keluarga, tanggal lahir dan tempat lahir, dan lain-lain.
Actor leaks information on 2,300,000 Indonesian citizens.— Under the Breach (@underthebreach) May 21, 2020
data includes names, addresses, ID numbers, birth dates, and more.
Appears to date back to 2013.
Actor claims he will leak 200,000,000 additional citizens information soon. pic.twitter.com/xVWhOGOhtX
Buruknya lagi, peretas tersebut mengklaim memiliki akses lebih dari 200 juta Data Pemilihan Tetap (DPT) milik KPU, akan dibocorkan di forum peretas.
![]() |
| Kebocoran data KPU. [Twitter] |
![]() |
| Kebocoran data KPU. [Twitter] |
“Aktor yang membocorkan basis data belum tentu orang yang pertama kali mendapatkannya, akan masuk akal jika basis data niche semacam itu berputar-putar di sekitar forum berbasis Indonesia yang lebih kecil sampai muncul di forum cybercrime yang lebih besar,” tulisnya.
![]() |
| Kebocoran data KPU. [Twitter] |
Seperti diketahui, beberapa minggu lalu ada kebocoran data lain hampir 13 juta akun pengguna diklaim milik Bukalapak. Basis data berasal dari 2017 dan tampaknya, Bukalapak mengakui peretasan pada 12 April 2019.
Partner Sindikasi Konten: suara
Diterbitkan: oposisicerdas.com
Editor: Windha Pramitasari
Foto: Ilustrasi/Net
Bocor! Hacker Mengklaim 2,3 Juta DPT Pemilu Dijual di Pasar Gelap
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:



