Luhut Dikecam, “Pejabat Tidak Berbuat Banyak Malah Berkomentar Bodoh dan Menyakitkan”
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan tengah dalam sorotan tajam.
Hal itu terkait dengan pernyataannya yang mengomentasi jumlah kemarian wabah corona atau Covid-19 di Indonesia.
Luhut menyebut, virus asal Kota Wuhan itu baru merenggut 500 jiwa.
Menurutnya, angka itu terbilang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa.
Aktivis senior Jumhur Hidayat mengecam keras pernyataan Luhut tersebut.
Menurutnya, Luhut selalu membuat suasana menjadi tidak menenangkan dan minim tindakan cerdas.
Karena itu, ia meminta Luhut lebih baik diam saja tidak usah berbicara.
Dengan diam, kata Jumhur, itu jauh jauh lebih baik daripada membuat orang semakin jengkel.
“Pejabat tidak berbuat banyak malah berkomentar yang bodoh dan menyakitkan,” tegasnya kepada RMOL, Selasa (15/4/2020).
Dia lantas mengurai keraguannya pada data Kemenkes yang menyebut belum sampai 500 orang meninggal akibat corona.
Ini mengingat jumlah orang meninggal yang dikubur di DKI dengan menggunakan protokol Covid-19 sudah mencapai 1.097 orang.
“Dan saya jauh lebih percaya penggali kubur ketimbang Jubir Kemenkes,” tegasnya.
Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) lantas membandingkan Indonesia dengan Vietnam yang berpenduduk 100 juta jiwa.
Jika Indonesia yang meninggal 459 orang, maka secara proporsional seharusnya Vietnam yang meninggal adalah 150 orang.
“Faktanya di Vietnam yang meninggal hanya nol orang saja,” tekan dia.
Jumhur menilai, hal itu terjadi lantaran pemerintah Vietnam benar-benar serius menangani wabah asal Kota Wuhan itu.
“Hal itu terjadi karena Pemerintah Vietnam hadir dan mereka itu Pancasilais sejati,” tuturnya.
Senada juga disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, yang sangat menyayangkan pernyataan Luhut itu.
Politisi PAN ini mengingatkan, bahwa kontitusi mengamanatkan agar negara melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
“Tentu saja termasuk dari virus corona yang sedang menyebar di Indonesia,” katanya.
Atas pernyataan itu, Saleh menilai Luhut telah menyakiti perasaan seluruh rakyat Indonesia.
Alasannya, karena menganggap baru segelintir orang Indonesia yang meninggal dunia akibat corona.
Pernyataan Luhut itu, sambungnya, seakan tidak menyisakan empati dan simpati kepada keluarga korban.
“Belum lagi, ada puluhan dokter dan tenaga medis yang juga meninggal. Kasihan keluarganya jika mendengar pernyataan seperti ini,” paparnya.
Seharusnya, lanjut Saleh, pernyataan itu tidak keluar dari Luhut yang menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Selain itu, pemerintah juga sudah semestinya mencari jalan keluar untuk melakukan penanganan secara maksimal agar tidak ada lagi korban jiwa.
“Semestinya pemerintah berupaya keras agar mencari jalan yang cepat dan tepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga tidak perlu menyampaikan narasi-narasi yang justru menghilangkan simpati publik.
“Apalagi, narasi itu bisa jadi menyinggung dan bahkan melukai sebagian orang,” bebernya.
“Pejabat negara harusnya hemat bicara. Karena jika ada yang tidak tepat, sulit untuk meluruskannya,” sesalnya.
Sumber : pojoksatu
Foto : Luhut Binsar Panjaitan/Net
Luhut Dikecam, “Pejabat Tidak Berbuat Banyak Malah Berkomentar Bodoh dan Menyakitkan”
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:

Tidak ada komentar