Wartawan Jadi ODP Corona, PWI Minta Bima Arya Bertanggung Jawab
Sejumlah wartawan kini berstatus orang dalam pengawasan (ODP) terkait virus corona (Covid-19) seusai mewawancarai Wali Kota Bogor, Bima Arya, Senin (16/3) lalu. Temu media itu berlangsung setelah Bima Arya pulang dari kunjungan kerja di Turki dan Azerbaijan.
Atas kondisi tersebut, tim advokasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor meminta Bima Arya menanggung biaya penanganan medis para jurnalis tersebut. PWI menyebut penetapan status ODP itu berdampak secara psikologis terhadap beberapa wartawan untuk mengisolasi diri di rumah.
PWI menilai jumpa pers yang digelar di kediaman Bima itu dilakukan atas undangan Humas Pemkot Bogor dan tidak sesuai dengan protokoler kesehatan. “Tidak mengindahkan faktor keamanan pada saat jumpa pers, Bima Arya tidak menggunakan masker,” kata anggota tim advokasi PWI Kota Bogor, Bagus Harianto, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/3).
Bagus menjelaskan, seharusnya dalam status ODP, Bima Arya membatasi diri pertemuan dengan banyak orang, termasuk wartawan. Dia juga menyoroti tindakan Bima saat wawancara love di salah satu televisi nasional pada Rabu (28/3). Kala itu, Bima juga tidak menggunakan masker.
Bima Arya dinyatakan positif terpapar Covid-19 pada Kamis (19/3). Sebelumnya, Bima melakukan tes Covid-19 pada Selasa (17/3). Bima dikabarkan sudsh demam dan flu usai kunjungan ke luar negeri itu.
Bima Arya saat ini sudah diisolasi di RSUD Kota Bogor hingga 14 hari ke depan. Ia telah melaporkan statusnya kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. [ii]
Foto : Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. (Antara)
Wartawan Jadi ODP Corona, PWI Minta Bima Arya Bertanggung Jawab
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:
