Adsterra

Breaking News

Setelah Ali Fahmi Kini Harun Masiku Buron, KPK Ambyar di Depan Kader PDIP?


Sudah 19 hari sejak Harun Masiku berstatus tersangka. Namun aparat penegak hukum belum juga bisa menangkap tersangka perkara suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan ini.

KPK yang biasanya cergas mengendus jejak para koruptor kelimpungan. Imigrasi termasuk Menkumham Yasonna Laoly bahkan sempat terseret dugaan merintangi penyidikan karena “hoax” Harun Masiku di luar negeri ketika OTT Wahyu Setiawan dilancarkan KPK.

Impotensi penegak hukum terang mengherankan. Sedangkan pelaku kasus terorisme besar bisa dibekuk aparat dalam tempo tiga kali 24 jam, bahkan dalam hitungan jam. Padahal mereka bergerak di bawah tanah dengan sistem jaringan yang amat tertutup.

Sementara Harun Masiku bukan “siapa-siapa”. Dia tidak punya pengalaman “main” di bawah tanah seperti pelaku terorisme itu. Makanya sosoknya masih tertangkap kamera CCTV di bandara Sukarno-Hatta. Juga kedapatan pulang ke apartemen Thamrin Residence dan menemui istrinya di Gowa Sulawesi Selatan. Di PDIP pun, posisi Harun cuma politikus kelas gurem. Lantas kenapa aparat hukum sampai impoten menangkap Harun Masiku?

Hal ini membuat publik menduga bahwa Harun disembunyikan oleh tangan-tangan penguasa. Intervensi penguasa inilah yang memicu insiden “penyanderaan” petugas KPK di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Juga alasan di balik keteledoran imigrasi dan Menkumham Yasonna Laoly.

Siapakah dia? Telunjuk publik menuding Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Pasalnya, kasus ini juga menyeret  Saeful Bahri. Menurut Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Saeful adalah staf Hasto Kristiyanto. Hasto juga mengakui meskipun sedikit berbeda. Dia menyebut Saeful adalah stafnya sewaktu menjabat anggota DPR.

Meskipun begitu publik agaknya lebih meyakini pengakuan Saeful Bahri bahwa duit suap untuk komisioner KPU, Wahyu Setiawan berasal dari Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Baca juga  Ganjar Pranowo di antara Pusaran Korupsi E-KTP
Jika keterkaitan Saeful Bahri dan Hasto ini benar, patut diduga Harun menyuap Wahyu via tangan Hasto dengan operator kaki-tangan Sekjen PDIP itu.

Atau bisa jadi yang kedua? Bisa saja peran Harun jauh lebih luas lagi. Misalnya Harun adalah operator dari bisnis kotor Hasto. Makanya, mau-tak mau Hasto harus memperjuangkan keterpilihan Harun Masiku sebagai anggota DPR supaya Harun tidak bernyanyi. Dan kini, Hasto harus menyembunyikan Harun supaya bisnis kotornya tidak terbongkar.

Perlu pula dicatat bahwa kasus buron kader PDIP ini bukan kali pertama. Hingga hari ini politikus PDIP Ali Fahmi alias Ali Habsyi masih berstatus buronan KPK. Ali diduga terkait kasus suap satelit Bakamla RI yang telah menyeret anggota DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi menjadi pesakitan KPK.

Tak pelak publik jadi berpikir: kenapa kok kesannya KPK jadi lemah jika terkait politikus PDIP?

Mencari dan menangkap Harun adalah kesempatan bagi jajaran komisioner KPK periode 2019-2023 untuk membuktikan independendensinya. Apakah KPK benar-benar terbebas dari tekanan penguasa.

Jangan sampai ada kesan KPK ambyar karena Harun Masiku adalah kader PDIP, partai penguasa. [ptd]

Oleh: Maya Andrayani, netizen anti korupsi


Setelah Ali Fahmi Kini Harun Masiku Buron, KPK Ambyar di Depan Kader PDIP? Setelah Ali Fahmi Kini Harun Masiku Buron, KPK Ambyar di Depan Kader PDIP? Reviewed by Admin on Rating: 5