Indomaret Masuk Daftar Hitam Pesantren
Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya ikut merespons terhadap kejadian yang menimpa santri Ponpes Miftahul Huda Manonjaya. Indomaret pun sudah masuk dalam daftar hitam pesantren.
Hal itu diungkapkan Ketua FPP Kabupaten Tasikmalaya H Anwar Nasori.
"Santri di setiap pondok pesantren merupakan kesatuan. Maka dari itu ketika salah satu santri disakiti maka santri lainnya akan bereaksi," kata dia kepada Radar, Jumat (3/1/2020).
Pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran pernyataan sikap ke seluruh Ponpes di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya yakni melakukan aksi boikot Indomaret.
“Ya, kita minta seluruh keluarga pesantren tidak berbelanja di Indomaret,” tuturnya.
Berbelanja ke warung di dekat pesantren dan pasar tradisional akan lebih baik dibandingkan ke minimarket. Selain lebih murah, juga bisa menyejahterakan warga lokal.
“Lebih baik saling membantu dengan tetangga yang buka warung,” tuturnya berpesan.
Indomaret sendiri, kata H Anwar, mengatakan memiliki sistem yang serupa di setiap minimarket. Maka dari itu aksi boikot ini bukan hanya terpaku kepada satu minimarket saja. “Mereka kan punya sistem yang sama, biar mereka perbaiki lebih baik,” katanya.
Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan konsolidasi ponpes di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Rencananya akan ada gerakan tausiyah ke setiap Indomaret yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.
“Jadi akan ada gerakan ke Indomaret di setiap kecamatan,” tuturnya. [ai]
Indomaret Masuk Daftar Hitam Pesantren
Reviewed by Admin
on
Rating:
Reviewed by Admin
on
Rating:

Tidak ada komentar