Breaking News

Tabiat Buruk Hasyim Asy'ari Lakukan Asusila Terbongkar, Terungkap Rayu dan Berikan 5 Janji ini ke Korban, DKPP: Tidak Patut Dilakukan


Hasyim Asy'ari kini ramai diperbincangkan publik usai dirinya dipecat dari jabatannya sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Adapun berakhirnya Hasyim Asy'ari sebagai ketua sekaligus anggota KPU itu merupakan akibat dari kasus asusila yang dilakukannya.

Dalam hal ini, Hasyim Asy'Ari dinyatakan terbukti telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita berinisial CAT, yang bekerja sebagai anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Den Haag, Belanda.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) saat digelarnya sidang putusan pelanggaran kode etik Hasyim Asy'ari.

"Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy'ari selaku Ketua merangkap anggota KPU terhitung sejak putusan dibacakan," tegas Heddy Lugito selaku ketua majelis sidang.

Di dalam sidang, terungkap bahwa Hasyim Asy'ari telah merayu dan memaksa korban CAT untuk melakukan perbuatan asusila, yakni tepatnya pada 3 Oktober 2023 di Belanda.

"Teradu merayu dan membunjuk pengadu untuk melakukan hubungan badan, ungkap anggota DKPP, dikutip kilat.com dari kanal YouTube Metro TV pada Kamis, 4 Juli 2024.

Dan pada saat peristiwa asusila itu terjadi, Hasyim Asy'ari berjanji akan menikahi korban CAT.

Akan tetapi, Hasyim Asy'ari rupanya tidak kunjung menepati janjinya untuk menikahi korban, sehingga ia diminta untuk membuat surat pernyataan tertulis.

"Akan tetapi, pengadu tidak mendapatkan jaminan kepastian dari teradu sehingga pengadu meminta teradu untuk membuat surat pernyataan tertulis di atas materai yang pada pokoknya berisikan janji teradu kepada pengadu," ungkap anggota DKPP.

Adapun janji manis yang tercantum di dalam surat pernyataan yang ditulis oleh Hasyim Asy'ari adalah sebagai berikut.

Yang pertama, janji itu berbunyi bahwa teradu akan mengurus balik nama apartemen pengadu.

Yang kedua, teradu berjanji akan mmebiayai keperluan pengadu di Jakarta dan Belanda sejumlah Rp30 juta.

Lalu, yang ketiga, Teradu berjanji akan memberikan perlindungan maupun menjaga nama baik pengadu seumur hidup.

Yang keempat, teradu tidak menikah atau kawin dengan perempuan siapapun, terhitung sejak surat pernyataan itu dibuat.

Dan yang terakhir, teradu berjanji akan menelpon atau berkabar kepada pengadu dengan minimal satu kali dalam sehari selama seumur hidup.

Kendati demikian, DKPP menilai bahwa surat pernyataan yang berisikan janji Hasyim Asy'ari kepada korban itu sebagai tindakan yang tidak pantas.

"Terhadap fakta-fakta tersebut, DKPP menilai bahwa tindakan teradu membuat surat pernyataan yang berisi janji-janji kepada pengadu layaknya Prenuptial agreement atau kesepakatan jaminan suami istri merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan oleh teradu," ujar anggota DKPP.

Sementara itu, usai dibacakan putusan pemecatan terhadap Hasyim Asy'ari, korban CAT turut memberikan apresiasi terhadap keputusan DKPP RI tersebut.

Korban juga turut berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampinginya di dalam kasus asusila yang telah menimpanya.

Lebih lanjut, korban CAT mengatakan kalau ia ingin memberikan inspirasi kepada semua perempuan yang turut menjadi korban untuk berani memperjuangkan keadilan.

"Mau kasus apa pun itu untuk dapat berani, terutamanya perempuan, untuk mengajukan atau memperjuangkan keadilan." ujarnya lagi. (*)

Sumber: kilat
Foto: Kolase ilustrasi dan foto. Hasyim Asy'ari (Kolase ilustrasi Pixabay / RosZie / Instagram / @kpu_ri)
Tabiat Buruk Hasyim Asy'ari Lakukan Asusila Terbongkar, Terungkap Rayu dan Berikan 5 Janji ini ke Korban, DKPP: Tidak Patut Dilakukan Tabiat Buruk Hasyim Asy'ari Lakukan Asusila Terbongkar, Terungkap Rayu dan Berikan 5 Janji ini ke Korban, DKPP: Tidak Patut Dilakukan Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar