Breaking News

Pindahkan Dana ke BCA, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Singgung Soal Ahli


Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PT Bank BCA Syariah Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk kerjasama dalam penyediaan produk dan jasa perbankan syariah pada Selasa, 2 Juli.

Kerjasama ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan syariah kepada masyarakat luas.

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengungkapkan kegembiraannya atas terealisasinya kerjasama ini.

“Sejak awal BCA Syariah sudah menginginkan MoU dengan Muhammadiyah,” kata Yuli Melati Suryaningrum.

Yuli juga menekankan bahwa meskipun aset BCA Syariah hanya sebesar Rp14 triliun, atau sekitar sepersepuluh dari bank induknya, pertumbuhan aset dan profit BCA Syariah selalu menunjukkan tren positif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyampaikan apresiasinya terhadap MoU ini.

Menurutnya, setiap lembaga perbankan, baik swasta maupun milik negara, harus memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Perbankan tidak boleh hanya menguntungkan sekelompok kecil masyarakat saja,” tegas Haedar.

Seperti yang tertulis dalam akun X @KabarMuh_ID, “Seluruh perbankan, termasuk swasta atau bahkan milik negara, sudah seharusnya memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat,” kata Ketum PPMuh Prof. KH. Haedar Nashir. Welcome @HaloBCA Cc @bankbsi_id,” tulisnya dengan menyentil akun Bank Syariah Indonesia.

Seorang netizen memberikan komentar, “kok copycarbon ke BSI? Nakal eih, haha,” tulis @hadi*** menanggapi sentilan tersebut dengan candaan.

Haedar menambahkan bahwa dalam realitas bisnis, seringkali terdapat tantangan yang dapat mengalihkan tujuan utama perbankan dari kesejahteraan rakyat ke keuntungan segelintir orang.

Dalam konteks pengelolaan keuangan umat, Haedar menekankan pentingnya manajemen yang aman dan profesional.

“Muhammadiyah selalu mendukung sistem good governance dan profesionalisme, di mana urusan dikerjakan oleh ahlinya,” ujar Haedar.

Ia memperingatkan bahwa jika urusan tidak ditangani oleh ahli, akan muncul risiko besar bagi banyak orang.

Haedar juga mengingatkan pentingnya integritas dalam birokrasi dan pelayanan publik.

“Jika ahli ditempatkan dengan baik, maka integritasnya dapat dijamin,” tegasnya.

Ia mengkritik keberadaan aktor-aktor tertentu yang mengintervensi birokrasi dan regulasi demi kepentingan pribadi.

Menurut Haedar, pelayanan publik harus selalu sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Dia juga mengatakan bahwa mayoritas rakyat banyak yang diam, sehingga perlu perhatian khusus agar kepentingan mereka terjamin.

Kesimpulannya, kerjasama antara Muhammadiyah dan BCA Syariah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui layanan keuangan syariah yang profesional dan berintegritas.

Dengan demikian, langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam memperkuat sektor keuangan syariah di Indonesia dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat dan umat. (*)

Sumber: kilat
Foto: Muhammadiyah yang telah memindahkan dana pada BCA. (Instagram/ @haedarnashirofficial/ @goodlifebca/ )
Pindahkan Dana ke BCA, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Singgung Soal Ahli Pindahkan Dana ke BCA, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Singgung Soal Ahli Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar