Breaking News

AM Hendropriyono: Perang Siber Tidak Bisa Hanya Ditangani BSSN dan BIN, Pemerintah Perlu Membentuk Angkatan Siber TNI


Serangan siber terhadap Pusat Data Nasional (PDN) yang terjadi baru-baru ini membuat sejumlah tokoh mendorong agar pemerintah dan TNI segera membentuk Angkatan Perang Keempat di tubuh TNI yakni Angkatan Perang Siber.

Pembentukan Angkatan Keempat ini nantinya akan melengkapi tiga matra yang sudah ada di tubuh TNI yakni Angkatan Darat (TNI AD), Angkatan Laut (TNI AL), dan Angkatan Udara (TNI AU).

Menurut mantan Kepala BIN tersebut, pembentukan satu matra tambahan di tubuh TNI yakni Angkatan Siber bertujuan untuk menghadapi perang siber yang semakin sering terjadi akhir-akhir ini.

Dia menjelaskan perang yang ada di depan mata adalah perang psikologi atau psyhological warfare dengan medan serangan di dunia maya.

Serangan siber yang terjadi di Indonesia, menurut Hendropriyono tidak bisa hanya ditangani oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ataupun BIN.

"Dan ini tidak bisa ditangani oleh Badan Siber Nasional dan Badan Intelijen," ujarnya kepada Kilat.com, Rabu 3 Juli 2024.

Oleh karena itu, dirinya mendorong agar pemerintah segera membentuk Angkatan Siber yang akan menjadi matra keempat di tubuh TNI.

Guru Besar Bidang Intelijen tersebut mengatakan, sejumlah negara di dunia saat ini sudah membentuk Angkatan Siber. Yang terbaru adalah Singapura yang sudah membentuk Angkatan Siber yang dipimpin oleh seorang Kepala Staf.

Sementara di Indonesia, menurut Hendropriyono baru dibentuk Satuan Siber TNI yang merupakan organisasi staf di Mabes TNI.(*)

Sumber: kilat
Foto: AM Hendropriyono/Net
AM Hendropriyono: Perang Siber Tidak Bisa Hanya Ditangani BSSN dan BIN, Pemerintah Perlu Membentuk Angkatan Siber TNI AM Hendropriyono: Perang Siber Tidak Bisa Hanya Ditangani BSSN dan BIN, Pemerintah Perlu Membentuk Angkatan Siber TNI Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar