Breaking News

Lukminto, Mualaf Pendiri PT Sritex yang Dikabarkan Bangkrut Punya 11000 Karyawan


Inilah profil dari pendiri PT Sri Rejeki Isman TBK atau Sritex yaitu pria bernama Lukminto.

Dikabarkan bahwa Lukminto yang berdarah Tionghoa ini merupakan mualaf atau baru memeluk agama Islam.

PT Sritex yang dikenal sebagai pabrik tekstil dan memiliki karyawan sekitar 11.000 orang itu dikabarkan terancam bangkrut.

Direktur Keuangan Sritex, Welly Salam membantah jika perusahannya itu sudah bangkrut.

Menurutnya, perusahaan pabrik tekstil itu masih beroperasi kendati mengalami penurunan.

“Penyebab atas penurunan pendapatan secara drastis akibat COVID-19 dan persaingan yang ketat di industri tekstil global,” katanya, dikutip Kilat.com dari Instagram @sukaharjokita pada Rabu, 26 Juni 2024.

Lebih lanjut, Welly Salam menyebut over suplai tekstil yang berlangsung di CHina membuat harga mengalami dumping.

Produk dumping itu diketahui menyasar pasar di luar China dan Eropa yang peraturan impor longgar seperti Indonesia.

Sementara, PT Sritex sendiri didirikan oleh Lukminto pada tahun 1968 di Solo, Jawa Tengah.

Perusahaan tekstil ini diketahui masih beroperasi sampai sekarang dan berusia sekitar 56 tahun.

Pria bernama asli Ie Djie Shien itu lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada 1 Juni 1946 dan menjaid mualaf pada tahun 1995.

Lukminto menikah dengan wanita bernama Susyana dan dikaruniai 5 anak antara lain Vonny Imelda, Iwan Setiawan Lukminto, Lenny Imelda, Iwan Kurniawan dan Margaret Imelda.

Biodata diri

Nama asli: Ie Djie Shien

Nama akrab: Lukminto

TTL: Nganjuk, 1 Juni 1946

Meninggal: 5 Februari 2014

Agama: Islam

Anak: 5

Pekerjaan: Pengusaha

Itulah profil Lukminto, sosok pendiri PT Sritex yang punya sekitar 11.000 karyawan dan dikabarkan terancam bangkrut. (*)

Sumber: kilat
Foto: Seorang mualaf, inilah Lukminto pendiri PT Sritex (Instagram @sritexindonesia)
Lukminto, Mualaf Pendiri PT Sritex yang Dikabarkan Bangkrut Punya 11000 Karyawan Lukminto, Mualaf Pendiri PT Sritex yang Dikabarkan Bangkrut Punya 11000 Karyawan Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar